Redis Cache adalah penggunaan Redis (Remote Dictionary Server) sebagai sistem penyimpanan cache in-memory untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data sementara yang sering diakses. Berikut penjelasan lengkapnya:
- Apa Itu Redis?
- Database In-Memory: Redis menyimpan data di RAM (memori utama), bukan di disk, sehingga akses data sangat cepat (mikrodetik).
- Key-Value Store: Data disimpan dalam format pasangan key-value (misal: user:123:profile → {nama: “Budi”, email: “[email protected]”}).
- Multifungsi: Selain cache, Redis juga bisa berfungsi sebagai database, message broker (Redis Pub/Sub), atau penyimpanan sesi.
- Mengapa Redis Digunakan untuk Cache?
- Kecepatan Tinggi: Karena data di RAM, baca/tulis data 10–100× lebih cepat daripada database disk-based (seperti MySQL/PostgreSQL).
- Mengurangi Beban Database: Dengan menyimpan hasil query atau data populer di Redis, aplikasi tidak perlu selalu meminta data ke database utama.
- Skalabilitas: Mendukung replikasi dan klaster untuk menangani beban tinggi. Cara Kerja Redis Cache
- Cara Kerja Redis Cache
Fitur Penting untuk Caching
- TTL (Time-To-Live): Setiap data bisa diberi waktu kadaluarsa (misal: 1 jam). Contoh: SET user:123:profile “data” EX 3600.
- Eviction Policies: Saat memori penuh, Redis otomatis menghapus data berdasarkan kebijakan (LRU/LFU/random).
- Dukungan Struktur Data: List, Hash, Set, dll., memungkinkan cache kompleks (misal: cache hasil sorting).
Contoh Penggunaan
- Cache Halaman Web: Menyimpan hasil render halaman web.
- Session Storage: Menyimpan data sesi pengguna.
- API Response: Menyimpan hasil API yang sering diminta.
- Database Query Caching: Menyimpan hasil query database.
Keunggulan vs. Batasan
Keunggulan Batasan Performa sangat tinggi Data hilang jika server mati* Mendukung struktur data kaya Kapasitas terbatas oleh RAM Replikasi & Klaster mudah Biaya RAM lebih tinggi Kompatibel dengan banyak bahasa (Python, Java, JS, dll.) *Redis bisa dikonfigurasi untuk persistensi (RDB/AOF), tapi ini mengurangi kecepatan.
Kapan Harus Menggunakan Redis Cache?
Saat aplikasi membutuhkan respons real-time.
Jika beban database tinggi karena query berulang.
Untuk data yang sering dibaca tapi jarang diubah (misal: katalog produk).
Redis Cache adalah solusi optimal untuk mempercepat aplikasi dengan mengurangi akses ke sumber data lambat (seperti database). Kombinasi kecepatan in-memory, dukungan TTL, dan fleksibilitas strukturnya membuatnya banyak dipakai di sistem modern (Twitter, GitHub, StackOverflow).







