Kenali Apa itu Redis Cache ?

Admin

Redis Cache adalah penggunaan Redis (Remote Dictionary Server) sebagai sistem penyimpanan cache in-memory untuk meningkatkan performa aplikasi dengan menyimpan data sementara yang sering diakses. Berikut penjelasan lengkapnya:

  1. Apa Itu Redis?
    • Database In-Memory: Redis menyimpan data di RAM (memori utama), bukan di disk, sehingga akses data sangat cepat (mikrodetik).
    • Key-Value Store: Data disimpan dalam format pasangan key-value (misal: user:123:profile → {nama: “Budi”, email: “[email protected]”}).
    • Multifungsi: Selain cache, Redis juga bisa berfungsi sebagai database, message broker (Redis Pub/Sub), atau penyimpanan sesi.
  2. Mengapa Redis Digunakan untuk Cache?
    • Kecepatan Tinggi: Karena data di RAM, baca/tulis data 10–100× lebih cepat daripada database disk-based (seperti MySQL/PostgreSQL).
    • Mengurangi Beban Database: Dengan menyimpan hasil query atau data populer di Redis, aplikasi tidak perlu selalu meminta data ke database utama.
    • Skalabilitas: Mendukung replikasi dan klaster untuk menangani beban tinggi. Cara Kerja Redis Cache
  3. Cara Kerja Redis Cache 
  4. Fitur Penting untuk Caching

    • TTL (Time-To-Live): Setiap data bisa diberi waktu kadaluarsa (misal: 1 jam). Contoh: SET user:123:profile “data” EX 3600.
    • Eviction Policies: Saat memori penuh, Redis otomatis menghapus data berdasarkan kebijakan (LRU/LFU/random).
    • Dukungan Struktur Data: List, Hash, Set, dll., memungkinkan cache kompleks (misal: cache hasil sorting).
  5. Contoh Penggunaan

    • Cache Halaman Web: Menyimpan hasil render halaman web.
    • Session Storage: Menyimpan data sesi pengguna.
    • API Response: Menyimpan hasil API yang sering diminta.
    • Database Query Caching: Menyimpan hasil query database.
  6. Keunggulan vs. Batasan

    KeunggulanBatasan
    Performa sangat tinggiData hilang jika server mati*
    Mendukung struktur data kayaKapasitas terbatas oleh RAM
    Replikasi & Klaster mudahBiaya RAM lebih tinggi
    Kompatibel dengan banyak bahasa (Python, Java, JS, dll.)

    *Redis bisa dikonfigurasi untuk persistensi (RDB/AOF), tapi ini mengurangi kecepatan.

  7. Kapan Harus Menggunakan Redis Cache?

    • Saat aplikasi membutuhkan respons real-time.

    • Jika beban database tinggi karena query berulang.

    • Untuk data yang sering dibaca tapi jarang diubah (misal: katalog produk).

Redis Cache adalah solusi optimal untuk mempercepat aplikasi dengan mengurangi akses ke sumber data lambat (seperti database). Kombinasi kecepatan in-memory, dukungan TTL, dan fleksibilitas strukturnya membuatnya banyak dipakai di sistem modern (Twitter, GitHub, StackOverflow).

Related Post

Leave a Comment